Mana metode Kampanye Keselamatan Kerja yang paling efektif ?

Dalam OHS Magazine, Robert Patter , Managing Director, Strategic Safety Associates and MoveSMART?, menuliskan tentang 2 metode dalam Kampanye Keselamatan Kerja.
Metode yang pertama adalah metode yang banyak dikenal dengan metode Rasa Takut. Metode ini memanfaatkan rasa takut karyawan agar mereka dapat berperilaku selamat dalam bekerja. Salah satu ilustrasinya adalah ?Kalau Anda tidak berperilaku selamat maka Anda akan:
1. Mendapatkan peringatan/ teguran dari perusahaan
2. Dipermalukan didepan umum dengan kesalahan Anda yang akan diumukan ke publik
3. Kehilangan pekerjaa Anda
4. Tidaka akan dapat melihat anak anak Anda lagi
5. Hidup dalam cacat atau penderitaan
6. Berujung pada kematian Anda
Robert Patter sendiri menyatakan kalau metode diatas adalah metodenya para pemimpin yang lemah (dalam komunikasi,pen).
Metode yang kedua, tidak setuju dengan metode rasa takut tersebut, atau disebut metode anti rasa takut. Dalam buku “High Output Management?, Andrew Grove menyatakan bahwa ,? Rasa takut tidak pernah bisa menghasilkan kinerja yang baik, namun hanya menghasilkan kinerja yang rendah?. Sehingga untuk membantah metode rasa takut ini, metode anti rasa takut mengungkapkan 7 kekuatan ?Anti Rasa Takut?, yaitu:
1. Anti memberikan motivasi dengan memanfaatkan rasa takut,lebih baik memberikan motivasi dengan ajakan persuasif menuju perilaku postif dan memberikan penghargaan yang menarik semangat untuk berperilaku selamat.
2. Anti melakukan gaya komunikasi satu pihak yang hanya memberikan kritik tanpa mendengarkan penjelasan, lebih baik mendengarkan pendapat orang dan memberikan nasihat di saat yang tepat sehngga orang tersebut sadar untuk berperilaku selamat.
3. Anti berpkir untuk mengatakan ?Ikuti perntah saya kalau tidak berarti Anda melanggar aturan Keselamatan Kerja?, lebih baik melibatkan kayawan dan meningkatkan pemahaman mereka dalam pembuatan kebijakan keselamatan kerja perusahaan.
4. Anti audit yang mempermalukan orang dengan menangkap basah perilaku tidak selamat karyawan, lebih baik memastikan setiap audit ekseternal memberikan solusi positif ketika mendapati perilaku tidak selamat karyawan dengan memberikan semangat pada mereka untuk berperilaku selamat selama bekerja.
5. Anti Invetigasi kecelakaan kerja yang menyalahkan orang per orang, lebih baik membuat upaya pencegahan kecelakaan berdasarkan investigasi agar tidak terjadi pada orang lain.
6. Anti melaporkan kecelakaan kerja dengan menyalahkan orang, lebih baik seperti Alaska Tanker Company, yang melaporkan insiden kecelakaan tanpa menyalahkan orang per orang sehingga dampaknya adalah angka yang dramatis pada laporan kecelakan kerja mereka yaitu ?14 juta jam tanpa kecelakaan kerja dalam lingkungan kerja beresiko tinggi?.
7. Anti mengharapkan karyawan akan berperilaku beda dengan perilaku pimpinan, lebih baik para pimpinan berperilaku selamat sesuai prosedur agar menjadi contoh bagi para karyawan dalam membiasakan diri berperilaku selamat sesuai prosedur keselamatan kerja.
Mana menurut Anda yang lebih efektif dalam Kampanye Keselamat Kerja, Metoda Rasa Takut atau Metoda Anti Rasa Takut ?
Salam Safety
Sumber: http://lorco.co.id


April 17th, 2011 at 2:33 pm
salam safety.
artikel nya bagus sekali. bolehkah sy bertanya. apakah ada referensi mengenai perilaku atau budaya kerja selamat? mohon bantuannya
April 18th, 2011 at 2:09 am
Salam safety juga. Kami menyarankan untuk bergabung di milis milis K3, semoga ada informasi dari rekan rekan safety officer mengenai referensi perilaku atau budaya kerja selamat yang lengkap.
Terima Kasih